AC Milan Tidak berhasil Memenangi Pertandingan Minggu ke-23 Serie A

Juventus Yang Tidak Didampingi Oleh Pelatihnya

Juventus Yang Tidak Didampingi Oleh Pelatihnya – Pertandingan minggu ke-21 Serie A yang menghadapkan Juventus dan AS Roma di Stadio Olimpico, Senin (10/1/2022) berjalan secara ketat. Bianconeri yang bertindak selaku team tamu sukses keluar sebagai juara dengan score tipis 4-3, Juventus yang tidak didampingi oleh si pelatih, Massimiliano Allegri, kecolongan terlebih dahulu melalui gol yang diciptakan Tammy Abraham. Untungnya, Paulo Dybala sanggup menyamai posisi tujuh menit berlalu.

Roma menggila di set ke-2 . Mereka sukses cetak 2 gol tambahan yang dibuat dari tindakan Henrikh Mkhitaryan dan Lorenzo Pellegrini. Posisi itu bertahan sampai menit ke-70 dan Roma kelihatan akan memenangi laga, Sayang, itu peristiwa di mana Giallorossi hadapi dengan mimpi jelek. Manuel Locatelli, Dejan Kulusevski, dan Mattia De Sciglio secara berganti-gantian mencabik gawang Rui Patricio dan membuat Juventus kembali ungguk 4-3.

Artikel Terkait : Real Madrid Siap Saingi Liverpool

Juventus Yang Tidak Didampingi Oleh Pelatihnya

Kehilangan Nyawa 5-6 Tahun

AS Roma semestinya dapat menyamai posisi, bahkan juga meraih kemenangan di laga ini. Mereka terima hadiah penalti di menit ke-81 dan bek unggulan Juventus, Matthijs de Ligt, harus keluar terlebih dahulu karena memperoleh kartu merah, Bandar Slot Bet Terkecil Sayang kesempatan emas itu disia-siakan oleh Pellegrini. Tendangan penaltinya secara mudah dibaca oleh penjaga gawang Juventus, Wojciech Szczesny. Posisi 4-3 bertahan sampai akhir laga dan Bianconeri dipastikan sebagai juara.

Laga itu bukan hanya membuat jantung penggemar Juventus berdegap kuat, tetapi juga Marco Landucci yang bekerja sebagai alternatif Allegri di pertandingan ini. Dia mengharap kemenangan semacam ini tidak ada kembali di masa datang, Slot Bet Rendah “Suka dengan gol yang diciptakan De Sciglio, kami memperlihatkan watak. Pendekatan tidak bermanfaat banyak, anda harus sanggup memperlihatkannya di atas lapangan. Hari in saya kehilangan 5-6 tahun hidup saya,” katanya ke DAZN selesai pertandingan.

Mengawali dengan Rasa Takut

Kemenangan Juventus memang bagus. Tetapi itu tidak langsung hapus terburukan yang kelihatan sepanjang tanding ini berjalan. Bandar Slot Gampang Jackpot Landucci menerangkan pemicu Juventus dapat tampil semacam ini, “Kami mengawali dengan takut. Kami ingin bermain serang tetapi kecolongan dari bola mati. Kami mengganti suatu hal di set ke-2 karena kami kesusahan cetak gol,” sambungnya.

“Gol ke-2 benar-benar sayang, kami buang bola demikian saja. Itu sering terjadi, bukan sebuah kebenaran. Selanjutnya kami memperlihatkan kepercayaan secara baik, gol ke-2 menolong dan memberi kami keyakinan diri.”