Jurgen Klopp Malas Salahkan Mohamed Salah

Jurgen Klopp Malas Salahkan Mohamed Salah

Jurgen Klopp Malas Salahkan Mohamed Salah – Mohamed Salah tidak berhasil lakukan pekerjaannya sebagai penendang penalti saat Liverpool kalah atas Leicester City. Walau demikian, pelatih The Reds Jurgen Klopp malas mempersalahkan si pemain, Liverpool harus mengaku keunggulan Leicester pada pertandingan minggu ke-19 Premier League 2021/22, Rabu (29/12/2021) pagi hari WIB. Mereka kalah 0-1 di King Power Fase.

Ademola Lookman jadi bintang kemenangan The Foxes dalam laga ini. Bek berumur 24 tahun itu membobol gawang Liverpool yang dijaga Alisson Becker di menit ke-59, Liverpool sebenarnya punyai peluang untuk cetak gol lewat penalti di menit ke-16. Sayang, shooting Mohamed Salah dihalau Kasper Schmeichel.

Artikel Terkait : Ancelotti Belum Percaya Ganti Skema Real Madrid

Jurgen Klopp Malas Salahkan Mohamed Salah

Tidak berhasil Penalti

Ketidakberhasilan penalti Salah membuat Liverpool menerima kekalahan ke-2 di Premier League musim ini. Walau demikian,¬†Klopp tidak ingin mempersalahkan anak buahnya itu, “Tidak sedikit ada juga ingin mempersalahkan atau apa saja. Ia umumnya cetak gol dari keadaan ini tapi malam hari ini ia tidak melakukan,” kata Klopp di website sah club.

“Mo ialah sisi dari team dan umumnya ia lebih bagus pada kondisi ini ibarat team umumnya lebih bagus dalam laga sepak bola. Bandar Slot Gacor Gampang Menang¬†Malam hari ini kami tidak lebih bagus dan itu kenapa kami kalah.”

Perform Liverpool

Klopp bicara mengenai perform teamnya dalam laga ini. Manager asal Jerman itu tidak senang berperforma yang diperlihatkan anak asuhannya, “Kami tidak betul-betul jadi diri kami malam hari ini . Maka, kami mengawali dengan OK, Situs Slot Gacor Gampang Menang saya tidak dapat menjelaskan berlainan, sama seperti yang saya ucapkan ke semua rekanan Anda di luar. Saya berpikir kami mengawali dengan OK,” sambungnya.

“Saya tidak menyenangi intensif 100 % bahkan juga pada awal, tapi kadang Anda mengawali semacam ini. Tetapi selanjutnya kami kehilangan irama dan tak pernah mendapatinya kembali. Minimal kami mempunyai peristiwa di mana kami dapat bermain lebih baik.”