Esports World Cup (EWC) 2026 resmi dibuka di Paris, Prancis, pada Kamis, 9 Juli 2026. Penyelenggaraan ini menjadi tonggak baru bagi kompetisi esports dunia karena untuk pertama kalinya ajang tersebut digelar di luar Arab Saudi.
Turnamen yang berlangsung hingga 23 Agustus 2026 ini mempertemukan lebih dari 2.000 atlet esports dan 200 klub dari lebih dari 100 negara. Mereka akan bersaing dalam 25 turnamen yang mempertandingkan 24 judul game populer dengan total hadiah mencapai USD75 juta atau sekitar Rp1,2 triliun, terbesar dalam sejarah esports.
Sebelum mencapai panggung utama di Paris, jutaan pemain lebih dulu mengikuti rangkaian kualifikasi Road to EWC. Sebanyak lebih dari 1,5 juta peserta bersaing melalui 330 turnamen, liga penerbit gim, dan kompetisi internasional untuk memperebutkan tiket menuju Esports World Cup 2026.
Paris Jadi Simbol Babak Baru Esports Global
Pemilihan Paris sebagai tuan rumah mencerminkan ambisi Esports World Cup untuk memperluas jangkauan esports ke panggung internasional. Dengan lebih dari 3,6 miliar gamer di seluruh dunia, gaming kini dinilai telah menjadi bahasa universal yang menghubungkan masyarakat lintas negara, budaya, dan komunitas.
Esports World Cup hadir sebagai ajang tahunan yang mempertemukan pemain, klub, kreator konten, hingga penggemar dalam satu panggung kompetisi berskala global. Pembukaan turnamen ditandai dengan konferensi pers di Hôtel de Ville, Paris, yang dihadiri Wali Kota Paris, Emmanuel Grégoire.
Kehadiran Grégoire mencerminkan dukungan Pemerintah Kota Paris terhadap komunitas esports global sekaligus menegaskan semakin besarnya peran esports dalam olahraga, budaya, dan industri hiburan modern.
Club Championship Kembali Jadi Daya Tarik Utama
Selain perebutan gelar di masing-masing game, Esports World Cup kembali menghadirkan Club Championship, yaitu sistem klasemen yang menggabungkan performa klub di berbagai cabang pertandingan selama tujuh pekan turnamen.
Berbeda dengan kompetisi esports pada umumnya yang hanya menilai prestasi individu di satu game, Club Championship mengapresiasi konsistensi, kedalaman skuad, serta kemampuan organisasi esports tampil kompetitif di banyak disiplin.
Dari total hadiah USD75 juta, sebesar USD30 juta dialokasikan khusus untuk klasemen Club Championship. Team Falcons akan berusaha mempertahankan gelar setelah menjadi juara pada dua edisi sebelumnya.
CEO Esports Foundation, Ralf Reichert, mengatakan Esports World Cup tidak hanya menjadi ajang yang mempertemukan pemain terbaik dunia, tetapi juga menjadi panggung bagi klub untuk membuktikan kualitas mereka di berbagai cabang pertandingan.
“Esports kompetitif selalu menghadirkan pemain hebat, klub terbaik, dan momen yang tak terlupakan. Selama tujuh minggu di Paris, setiap gim akan melahirkan juaranya masing-masing. Club Championship menjadi pembeda karena menghargai bukan hanya kehebatan individu, tetapi juga kedalaman, konsistensi, dan ambisi sebuah klub,” ujar Reichert.